Sekilas Sejarah Pulau Pari Kepulauan Seribu

2. Sekilas Sejarah Pulau Pari Kepulauan SeribuPulau pari yang terkenal atas rona wisata yang terbaik dengan berbagai macam tempat wisata yang wajib dikunjungi dan memberikan pemandangan yang indah dan eksotis ini memiliki sejarah yang perlu untuk diketahui bagi seluruh warga masyarakat khususnya bagi masyarakat ibukota Jakarta. Pada mulanya Pulau Pari merupakan sebuah pulau yang kosong dan tidak memiliki penghuni sekaligus belum memiliki nama. Namun pada tahuan 1900-an ketika masih pada masa penjajahan Belanda. Warga kawasan Tangerang dan Banten semuanya melarikan diri ke Pulau Pari agar terhindar dari kerja paksa yang dilakukan oleh pihak Belanda.

Pertama kali yang masuk di Pulau Pari adalah keluarga Pak Arsyad bersama istri dan lima anaknya. Palau kosong ini bisa dinamakan dengan Pulau Pari karena di wilayah yang termasuk dangkal ini banyak terdapat ikan pari yang tinggal di sana. Maka disebutlah dengan nama Pulau Pari sampai saat ini.

Puluhan tahun Pulau Pari ini dihuni oleh para warga kota Tangerang sehingga yang lain ikut berbondong-bondong menuju ke Pulau Pari agar terhindar dari kerja paksa. Terjalin kerukunan, ketentraman dan keharmonisan di Pulau Pari, warga Tangerang dan sekitarnya merasa betah dan nyaman untuk tinggal di Pulau Pari dan pada akhirnya setelah Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh penjajah Jepang.

Pulau Pari ini ditemukan oleh para warga jepang dan banyak warga Tangerang yang menetap di sana untuk dipaksa oleh penjajah jepang menjadi seorang nelayan tanpa bayzran seperpun. Namun untung penjajzhan tersebut tidak lama karena bangas Indonesia sudah bisa merebut kemerdekaan seutuhnya.

Lama kelamaan zaman mulai berubah dan sistem perkembangan mulai dipikirkan oleh para warga Pulau Pari untuk menjadikan pulau yang dihuni sebagai budaya alam perairan yang sangat cocok untuk menanam rumput dan jenis tanaman rumput laut lainnya, seperti rumput laut bali merah, kelabu dan hijau. Dengan memanfaatkan hasil alam yang ada ternyata Pulau Pari mendapatkan dukungan penuh dari pemerintahan kota Jakarta.

Dibangunlah pusat penelitian untuk hasil tanam rumput laut yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang didirikan langsung di bagian berat Pulau Pari dan diresmikan oleh gubernur saat itu yaitu Ali Sadikin kemudian difungsikan untuk tempat penelitian bagi rumput laut yang ada di Pulau Pari. Selang beberapa tahun, penelitian di bidang rumput laut mengalami keberhasilan. Sehingga rumput laut dari Pulau Pari langsung diuji coba di beberapa pulau yang ada di sekitar Kepulauan Seribu, mulai dari Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Payung dan beberapa pulau yang lainnya.

Perkembangan tersebut mengalami kesuksesan pada tahun 1998-2000 hanya berjalan dua tahun. Berhenti karena ada faktor limbah yang menghambat proses pembuatan rumput laut dan proses pertumbuhan yang mengalami masalah. Namun tanaman yang ada di Pulau Pari masih tetap tumbuh namun hanya beberapa saja. Sampai saat ini budidaya rumput laut yang ada di Pulau Pari masih dilaksanakan dan dijadikan kerja warga dan masyarakat Pulau Pari.

Saat ini Pulau Pari menjadi tempat wisata yang terbaik dan terindah di ibukota Jakarta. Wisata laut perawan yang cukup menakjubkan dengan pemandangan yang sangat eksotis membuat banyak kalangan wisatawan singgah di sini baik lokal maupun mancanegara. Tidak heran jika Pulau Pari saat ini menjadi salah satu pulau yang banyak pengunjung setiap minggunya. Semoga bisa dilestarikan sampai kapan pun.

 

Comments & Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *